Pendidikan Jasmani adalah mata pelajaran yang diikuti seluruh siswa, yang mempunyai ciri khas sendiri yakni memberikan pengetahuan, keterampilan gerak, peningkatan kebugaran jasmani, sikap-sikap positif melalui pengalaman gerak

Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Sepak Bola Italia Semakin Tertinggal?

Minggu, 18 Januari 2015, untuk pertamakalinya sejak (entah lupa karena udah lama banget) saya nonton liga italia secara full. Biasanya cuma nonton sekilas karena di rumah nontonnya melalui ind***sion jadi susah untuk dapat siaran liga italia.
Coba masuk ke Ko***s TV, ternyata tim jagoan saya saat tim ini masih dipimpin Swedish Sven Goran Erickson pada era 90an main versus Napoli. Jadi saya menyoba untuk tetap di depan layar sampai peluit babak kedua berakhir. Memang benar, liga italia yang di eranya sungguh luar biasa digandrungi dan ditunggu2 (setidaknya saya sendiri) sekarang menjadi sepi penonton. Biasanya Laziale dengan setia menemani dengan memenuhi stadion. Saya belum cek berapa penonton yang hadir, tetapi menurut pendapat pribadi saya jumlahnya memprihatinkan, sepertinya tidak lebih dari 60%.  Itupun belum termasuk pendukung setia Napoli yang hadir. Sedih ya.
Selain sepinya penonton yang hadir, stasiun TV nasional yang besar sudah tidak ada lagi yang "berebut" untuk mendapat hak siar liga ini. Sepertinya itu juga menjadi petanda menurunnya peminat liga italia. Tetapi saya yakin bahwa Ko***s TV punya keyakinan sendiri untuk berani mengambil keputusan ini, mungkin karena mereka memahami bahwa masih ada penonton setia liga italia yang masih berharap liga ini ditayangkan, walaupun jumlahnya menurun. Pendukung setia Juventus, AC Milan, Internazionale dll. pasti tetap ingin lihat timnya bertanding. Termasuk saya yang ingin kembali melihat SS Lazio bertanding walaupun kalah 1-0 di kandang.

Selasa, 24 Juni 2014

Piala Dunia 2014 Brazil: Belanda vs Cile

Pertandingan Terakhir Grup B

Kota Sao Paulo menjadi tempat pendukung Belanda merayakan kemenangan timnya setelah mengalahkan Cile yang dari menit-menit awal menguasai jalannya pertandingan. Cile yang menempatkan 5 pemain tengah membuat kesulitan Wesley Sneijder dkk. mengembangkan permainan. Belanda hanya mengandalkan serangan balik.
Pada 15 menit akhir babak kedua, Leroy Fer yang masuk menggantikan Sneijder langsung mencetak gol melalui sundulan kepala. Pada injury time Arjen Robben kembali menunjukkan kecepatannya dengan membawa bola dari daerah kiri pertahanan timnya menuju kotak penalti Cile. Dia tidak sendirian karena Memphis Depay ikut membantu serangan balik tersebut. Gol terjadi setelah assist Robben disontek oleh Depay. Skor 2-0 membuat Belanda memimpin klasemen akhir Grup B dengan 9 poin dan diikuti oleh Cile dengan 6 poin.
Pada pertandingan terakhir lainnya di Grup B ini, Australia melawan Spanyol. Pertandingan yang tidak menentukan peluang mereka untuk maju ke babak berikutnya beeakhir 0-3 untuk kemenangan Spanyol. Hasil membuat Spanyol finis di urutan ketiga dengan 3 poin dan Australia sebagai juru kunci.
Belanda dan Cile masing-masing menunggu lawan dari Grup A.
Fakta unik:
1. Memphis Depay tampil sebagai pemain pengganti pada 2 pertandingan terakhir (Spanyol dan Cile) dan berhasil mencetak 1 gol di setiap pertandingan, serta menjadi gol-gol pamungkas kemenangannya timnya.

Minggu, 22 Juni 2014

Piala Dunia 2014 Brazil: Jerman vs Ghana

Pertandingan Menarik

Pertandingan di Grup G antara Jerman melawan Ghana berlangsung sangat menarik. Tidak ada tim yang mendominasi petandingan ini. Jerman maupun Ghana saling kirim serangan dan tembakan yang sama-sama membahayakan. Pertandingan yang dimainkan di Kota Fortaleza ini sangat terbuka. Jerman yang memiliki sejarah sepak bola yang sangat khas dan kuat serta Ghana yang memiliki pemain-pemain yang banyak merumput di liga-liga hebat (Asamoah Gyan, Sulley Muntari, Michael Essien, Kevin Prince Boateng, dll.) bukan hanya menampilkan  permainan fisik dan teknik dengan determinasi tinggi namun juga  yang cerdas dalam pengambilan keputusan atau pergerakan yang sangat membantu timnya juga enak untuk dilihat.
Yang semakin seru, kakak beradik Kevin Prince Boateng (Ghana) dan Jerome Boateng (Jerman) saling bertemu di sisi kanan pertahanan Jerman. Pertandingan yang sangat sayang untuk dilewatkan ini sangat diharapkan oleh kapten Ghana, Asamoah Gyan untuk membawa 3 poin demi mengamankan posisi sementara karena pada pertandingan pertamanya melawan Australia, Ghana kalah 1-2 walaupun menguasai jalannya pertandingan.
Pertandingan pada babak kedua belum berjalan 10 menit tapi sudah ada 2 gol masing-masing dicetak oleh Mario Goetze dan Andre Ayew. Permainan pintar tetap ditunjukan oleh barisan tengah Ghana setelah membaca pass lini belakang Jerman yang kemudian segera dioper ke Asamoah Gyan yang ditendang melewati sisi kanan gawan Neur. Miroslave Klose yang menggantikan Goetze membuat skor imbang menjadi 2-2 melalui sontekkannya. Dengan hasil seri ini pertarungan di Grup G akan semakin seru.
Fakta unik:
1. Semua gol pertama melalui umpan sayap kanan dan melalui sundulan.

Sabtu, 21 Juni 2014

Piala Dunia 2014 Brazil: Italia vs Kosta Rika

Penantian 24 Jam Tim Inggris

Para pemain Inggris pastinya berharap Italia mampu mengalahkan Kosta Rika demi menjaga peluang mereka. Inggris yang kalah oleh 2-1 oleh Uruguay melalui dua gol Luis Suarez (yang dianggap tidak tahu diri karena mencari nafkah di Inggris tapi justru menjadi penghancur harapan Inggris) masing-masing dilesakkan di tiap babak, masih menunggu peluangnya jika Italia mampu mengalahkan Kosta Rika. Tapi di luar dugaan banyak orang, hasil yang ditunggu tidak sampai 24 jam itu, Italia justru ditandukkan Kosta Rika melalui gol semata wayang sang kapten.
Partai Inggris melawan Uruguay memang sangat sengit terlebih jika dibandingkan dengan Grup B (Spanyol, Belanda, Cile, Australia) yang juga dianggap sebagai grup neraka. Skor sementara dalam 2 pertandingan yang sudah dilakoni Kosta Rika (6), Italia (3), Uruguay (3), Inggris (0).
Uruguay yang dihajar Kosta Rika dengan skor 3-1 sangat perlu mendapatkan 3 poin, demikian pun Inggris.
Seelah kekalahan ini, partai terakhir mereka adalah partai hampa, menang pun tetap tidak masuk putaran 16 besar.
Wayne Rooney sempat membuat harapan setelah berhasil menyamakan kedudukan. Malapetaka datang pada 10 menit terakhir ketika umpan panjang ke tengah lapangan oleh kiper Kosta Rika yang tampil cemerlang disundul kapten Inggris Steven Gerrard yang justru mengoper ke arah Suarez. Berhadapan satu lawan satu adalah hal mudah untuk striker haus gol ini.
Dengan hasil ini sudah 2 tim eropa yang gagal di penyisihan grup, juara bertahan Spanyol dan Inggris. Adios Espana, Bye bye England.

Kamis, 19 Juni 2014

Piala Dunia 2014 Brazil : Spanyol vs Cile

Grup Neraka (Kurang) Seru

Grup B yang dihuni oleh juara bertahan Spanyol, spesialis finalis Belanda, Cile, dan Australia sampai saat ini hanya menghasilkan kemenangan, nihil hasil imbang. Spanyol yang wajib menang pada pertandingan keduanya (demi menjaga serunya grup panas ini) ketinggalan dengan cukup banyak gol dari Vargas dan Aranguiz, yang kembali, membuat Iker Casilas mengambil bola di gawangnya.
Pertandingan yang dimainkan di Rio ini berlangsung menarik sejak wasit dari USA meniupkan peluitnya. Terlebih pada menit ke-20, saat Cile mampu melesakkan gol dari kesalahan di lini tengah Spanyol. Xabi Alonso membuat back pass yang sangat tanggung ke Jordi Alba yang kemudian dengan cepat dipotong oleh pemain Cile. Serangan balik cepat itu membuat lini belakang yang digalang Sergio Ramos dan Javi Martinez menjadi tidak seimbang. Dengan kecepatan yang luar biasa, Cile sudah sampai ke kotak penalti Spanyol, gol dengan mudah dicetak Eduardo Vargas setelah mengecoh Casilas. Xabi Alonso yang membantu turun tetap saja tidak membantu timnya dari kebobolan.
Dengan kebobolan itu, Cile justru tampil lebih percaya diri, Spanyol, justru semakin cemas dengan tetap sering melakulan direct pass yang kurang akurat. Pergerakan dan kontrol bola yang baik dari Andres Iniesta tidak mampu dimaksimalkan. Justru saat Alexis mendapatkan tendangan bebas (walaupun dapat ditepis Casilas) bola pantul dimanfaatkan dengan baik oleh Aranguiz, Javi Martinez gagal menutup tendangan tersebut. 0-2 untuk Cile.
Hal yang patut diacungi jempol untuk Cile adalah kemampuan menjaga percaya diri saat ditekan lawan (tenang saat dipressure, dan umpan serta kontrol yang sempurna) juga mampu membuat pemain-pemain Spanyol grogi dengan preassure yang tak kenal lelah.
Babak kedua, pelatih Spanyol memasukan Koke, el Nino, Santi Cazorla, tetap saja permainan Spanyol tidak berkembang secara maksimal. Walaupun di menit-menit awal Sergio Busquets mendapàtkan peluang di mulut gawang, begitu pun Sergio Ramos, mereka tidak mampu menyeploskan satu golpun ke gawang lawan. Semakin mengecewakan bahwa tim Spanyol -5, dengan memasukan 1 gol (itu pun dari titik penalti) dan kemasukan 6 gol.
Hal ini berujung pada gagal "panas"nya grup ini karena juara grup dan runner-up grup sudah di dapat tanpa perlu melihat hasil pertandingan grup terakhir. Jika rekayasa Spanyol mampu menang pada pertandingan ini maka grup ini akan menjadi benar-benar grup neraka, dengan Belanda (6), Cile (3), Spanyol (3), dan Australia (0). Tetapi dengan hasil ini maka tinggal Belanda dan Cile yang akan "main mata" untuk menentukan siapa juara grup ini.

Fakta unik pertandingan:
1. Kedua penjaga gawang adalah kapten tim.
2. Saat Spanyol juara Piala Dunia dan Piala Eropa, mereka selalu kalah pada pertandingan pertama. Ternyata fakta ini tidak berlaku pada  ajang kali ini.
Adios Espana

Piala Dunia 2014 Brazil: Australia vs Belanda

Jawara Oceania Buat Susah Tim Oranje

Pertandingan yang berlangsung di Porto Alegre sudah berlangsung 19 menit ketika Arjen Robben membuat gol pembuka pertandingan. Kemenangan Tim Belanda memang sudah diperkirakan terlebih mereka baru saja mengalahkan juara bertahan Spanyol pada pertandingan pertamanya dengan memasukkan 4 gol ke gawang Iker Casilas. Tim Kanguru yang tampil luar biasa sejak menit awal segera membalas melalui first time volley shot Tim Cahill setelah menerima first time pass dari sisi kiri pertahanan Belanda 1 menit setelah gol Robben.
Socceroos memang layak memimpin statistik babak pertama mengingat serangan dan pertahanan yang sangat aktif. Umpan akurat diikuti dengan kontrol yang baik tidak dapat diimbangi oleh Tim Belanda yang melakukan serangan monoton yang sangat lambat.
Babak kedua Louis van Gaal mengganti formasi 3 bek dengan menurunkan anak Danny Blind lebih main ke belakang setelah bek kiri Tim Belanda mengalami cedera setelah berbenturan dengan Tim Cahill pada akhir babak pertama. Masuknya Memphis Depay membuat babak kedua menjadi milik Belanda. Pergerakan yang lebih aktif dan "ketidakharusan" bola melewati kaki Wesley Sneijder membuat permainan Belanda menjadi lebih menarik.
Bagaimanapun, pada babak kedua, Tim Oranje tertinggal lebih dulu dengan penalti sang kapten Australia. 5 menit berselang RVP menyamakan kedudukan setelah serangan balik yang dilakukan Belanda diakhiri dengan tendangan kaki kirinya setelah jebakan offside bek kiri Australia gagal. Yang lebih menyakitkan dari gol Tim Belanda adalah sebenarnya Australia mendapatkan peluang sangat baik setelah bek kanan Belanda melakukan miss pass dan dicuri oleh pemaian Australia. Sayang dia malah melakukan pass ke tengah, padahal sebenarnya dia bisa menyelesaikannya dengan menembak langsung ke gawang Belanda walaupun dari sudut agak sempit. Anak muda, Memphis Depay, menutup kemenangan timnya dengan membuat gol khas David Beckham (saat muda) dengan melakukan tendangan melengkung ke kiri gawang Australia.
Fakta unik pada pertandingan yang berlangsung:
1. Kedua gol di babak pertama menggunakan kaki kiri.
2. Kedua striker, Robin van Persie dan Tim Cahill sama-sama mendapatkan kartu kuning yang membuat mereka absen pada perandingan berikutnya.
3. Belanda maju ke babak 16 besar dengan skor 6 dari 2 pertandingan, sementara Australia keluar dari ajang sepak bola terbesar di dunia ini dengan skor 0 dari 2 pertandingan.

Kamis, 26 September 2013

Catatan Sepak Bola Liga Spanyol

Belum ada 12 jam, Real Madrid bertandang ke klub yang baru saja promosi, Elche. Real Madrid yang tampil tanpa Gareth Bale yang cedera menjelang laga menghadapi Getafe mengalami kesulitan menembus gawang lawan. 2 gol yang dicetak Real Madrid seluruhnya disumbangkan melalui kaki kanan Ronaldo pun semuanya merupakan bola mati, masing-masing melalui tendangan bebas dan tendangan penalti.
Eksekusi keduanya merupakan buah dari keterampilan dan pengalaman Ronaldo yang hebat. Tetapi yang perlu dicermati adalah penalti yang diberikan wasit yang Cesar Muniz Fernandez cenderung kontroversial. Pepe yang "dilanggar" oleh Carlos Sanchez justru terlihat bahwa jatuhnya mereka berdua karena tangan kiri Pepe yang menariknya. Tapi wasit yang sudah menunjuk titik putih, walaupun sudah diprotes keras, tetap pada pendiriannya.

Permainan Elche terbilang baik melihat mereka baru saja promosi. Gol mereka ke gawang Diego Lopez sungguh sangat menarik. Empat pemain yang memainkan bola masing-masing hanya menyentuh satu kali sampai heading gawang Madrid. Gol yang menakjubkan dan membangkitkan semangat para suporter tuan rumaah. Terlebih gol itu terjadi pada menit ke 91. Membawa 1 poin dikandang melawan tim sebesar el Real sungguh merupakan pengalaman luar biasa. Tetapi menjadi biasa dan penuh kecaman mereka setelah Pepe kembali melakukan triknya tidak lama setelah tim tuan rumah merayakan golnya.

Senin, 23 September 2013

Catatan Sepak Bola Liga Inggris

Sepertinya Liga Inggris musim ini akan menyuguhkan pertandingan yang lebih kompetitif. Pasalnya, di pertandingan ke-5 yang baru saja berlangsung ini hanya menyisakan Everton, sebagai tim yang belum terkalahkan. Semua tim yang sering menjadi buah bibir media dan pengamat sepak bola, sudah mengalaminya. Sebut saja, Arsenal dengan amunisi barunya, Mesut Ozil yang kalah saat menjamu Aston Villa dengan skor 1-3. Tottenham yang tengah naik daun dengan harga Garreth Bale yang menjadi pemain termahal dunia, pun takluk dari Arsenal 1-0. Bahkan Liverpool yang main di depan pendukungnya juga kalah 0-1 oleh Southtampton. Tidak mau kalah, dengan come backnya Mou, Chelsea pun takluk dari Everton dengan skor 1-0. Cardiff City pun tidak mau kalah dengan menjungkalkan Manchester City dengan skor 3-2. Jauh lebih tragis, MU yang baru saja bertanding dari tetangganya yang berisik Manchester City juga kalah dengan skor telak 4-1, yang sebelumnya juga kalah 1-0 dari Liverpool.
Justru tim papan tengah seperti Everton yang hanya ramai setelah ditinggal David Moyes menggantikan Sir Alex justru mampu bertahan dengan baik. Everton mampu mencapai posisi ke-6 di bawah Liverpool dengan mendapatkan dua kali kemenangan dari lima kali bertanding. Swansea City juga dianggap masih mampu mengganggu tim-tim papan atas lainnya setelah lagi-lagi Michu membuat para manager lawan bergetar saat dia membawa bola, khususnya saat di dekat gawang.
Kita nantikan saja para pejuang-pejuang papan tengah dalam meramaikan kompetisi bergengsi yang menjadi rebutan hak siar para pemilik stasiun televisi ini.

Selasa, 06 Agustus 2013

Persiapan Atau Kebutuhan Promosi

Beberapa minggu ini dan juga masih berlangsung pertandingan-pertandingan pra kompetisi sepak bola profesional. Membuat tur sendiri atau keliling ke berbagai negara marak dilakukan klub-klub dunia. Indonesia pun kebagian jatah mencicipi pengalaman; yang semoga  para pemainnya memang mendapatkan pengalaman walaupun kalah telak dari lawan-lawan hebat dari Inggris, seperti Arsenal, Liverpool, dan Chelsea. Ada pihak yang menyatakan pertandingan tersebut sebagai pengalaman berharga, bahkan tak sedikit juga yang menyatakan bahwa pertandingan-pertandingan itu hanya kepentingan komersial yang memalukan Timnas Indonesia.
Bagaimana pun, tim-tim dunia tersebut memang perlu melakukan beberapa persiapan yang mungkin mendapat bonus, selain pemanasan pre-season juga pendapatan finansial yang kuat. Mereka mendapatkan sponsor yang hebat-hebat. Tur ke Asia memang sangat menjanjikan melihat konsumen sepak bola yang luar biasa sejak sepak bola menjadi industri yang menggiurkan.
Pembuatan pelatihan pre-season yang tepat sepertinya mampu menunjang prestasi tim selama setahun penuh. Ada pengamat sepak bola yang menyatakan bahwa "terpuruknya" tim Liga Inggris diantaranya karena jadwal pre-season yang sangat padat. Indikatornya adalah pencapaian tidak maksimal pada liga tertinggi di eropa, Champions League. Hal ini dibandingkan dengan Bayern Munchen yang musim lalu tidak melakukan "tur" pre-season. Lebih lanjut, contoh lainnya adalah "eksploitasi" pemain yang berlebihan, seperti Lionel Messi yang jarang sekali istirahat walaupun Barcelona sedang melawan tim yang relatif di bawahnya.
Benarkah pertandingan pre-season memang perlu dicermati sesuai dengan keperluan (pemanasan/persiapan atau kepentingan komersil)?

Kamis, 02 Mei 2013

Berakhirnya Perjalanan Blaugrana

Analisis UEFA Champions League Semi Final Leg 2 2013

Dengan kekalahan 0-3 di Nou Camp dari Bayern Munchen, berakhirlah perjalanan tim Catalan di Liga Champion 2013. Kekalahan agregat 7-0 merupakan sejarah kekalahan terbesar yang ada di fase KO. Terlebih tim tersebut adalah Barcelona, yang merupakan tim yang merajai liga eropa dalam kurun waktu 5 tahun ini.
Kekalahan besar Barcelona menjadikan berita besar pada hari ini. Kapten tim, pelatih, dan presiden Barcelona pun mengakui kekalahannya. Akademi La Masia yang di punya mungkin tidak ada sangkut-pautnya dalam hal ini, tetapi tim kepelatihan sepertinya perlu mengevaluasi gaya permainannya, yang nantinya berhubungan dengan cara mereka merekrut pemain dan mengatur rotasi pemain. Saya pikir kekalahan ini adalah buah dari apa yang telah dilakukan Tito Vilanova, dalam hal ini jarang memainkan pemain-pemain muda berbakat yang setia menanti di bangku cadangan. Akhirnya mereka sangat minim pengalaman pada pertandingan besar.
Belakangan ini Tito menugaskan beberapa dari mereka untuk bermain tetapi sepertinya terlambat. Endah pertimbangan apa yang dimiliki oleh pelatih itu, tetapi ketergantungan kepada Leo Messi sangat terlihat dengan jelas. Sepertinya da yang perlu diperbaiki dalam kepelatihan maupun gaya permainan Barcelona.

Rabu, 01 Mei 2013

Hebatnya Real Madrid

Analisis Semi Final Leg 2 UCL 2013
Pertarungan luar biasa telah terjadi pada Rabu, 1 Mei 2013, pada 1:45 WIB di Santiago Bernabeu. Real Madrid menjamu Borussia Dortmund pada semi final leg ke-2 UCL 2013. Real yang kalah 4-1 pada leg pertama mampu menang dengan skor 2-0. Walaupun kalah agregat 4-3 dengan tamunya dari Jerman, bagaimanapun permainan hebat telah disuguhkan kedua tim. Real tampil dengan dominasi yang luar biasa karena memang membutuhkan 3 gol tanpa balas untuk tiket menuju ke final di Wembley. Ball possession, kecepatan bermain, stamina luar biasa, determinasi tinggi mampu ditunjukan El Real. Borussia Dortmund pun tidak mau kalah. Kemampuan passing dan pergerakan lini tengah yang sangat baik, defensif yang sangat taktis oleh kedua bek tengah, determinasi yang sama tingginya mampu membuat mereka layak mendapatkan tiket ke final. Bukan merupakan hal yang sia-sia pemerintah jerman menghabiskan dana triliunan rupiah untuk menggodok pemain-pemain mudanya yang tak kenal lelah berjuang di lapangan hijau.
Sangat disayangkan Benzema yang agak terlambat dimasukkan Mou baru mampu membuat Real memimpin 1 gol pada menit ke-82. Karena gol tersebut berbuah pada kegoyahan permainan lini tengah dan belakang Dortmund. Hal ini betul-betul menjadi momen bagi Madrid yang akhirnya lahirlah gol kedua melalui kapten Sergio Ramos. Gol kedua ini membuat Santiago Bernabeu semakin bergemuruh dan membuat pemain dan fans Dortmud panik. Beruntung Dormund gagal memanfaatkan setidaknya dua peluang bersih pada babak kedua, terutama saat Lewandowski menggetarkan tiang atas Diego Lopez. Jika lahir satu gol saja dari Dortmund, semakin beratlah perjuangan Real Madrid.
Bagaimanapun perjuangan yang telah dilakukan Real Madrid pantas diberikan applaus walau mereka gagal lolos ke final. Hal demikianlah yang perlu dijadikan contoh untuk kita agar jangan menyerah walaupun peluang yang dipunya sangat kecil.

Kamis, 25 April 2013

Terpuruknya Tim Spanyol

Analisis UEFA Champions League 2012-2013

Dua Semi Final Leg 1 UCL kali ini menuai banyak komentar setelah terjadinya hasil yang mengejutkan. Barcelona dan Real Madrid yang merupakan tim-tim kuat dan bereputasi masing-masing dikalahkan dengan telak oleh lawannya. Bayern Munchen yang yang menjamu di Allianz Arena mampu menaklukkan Barcelona dengan skor 4-0 dan  tidak mau kalah, Real Madrid yang dijamu Borussia Dortmund di Signal Iduna Park mampu dikalahkan dengan skor 4-1. Jerman-Spanyol 8-1.
Hasil ini tentunya mengejutkan banyak pecinta sepak bola. Kemenangan dan kekalahan memang hal yang terjadi di sepak bola tetapi skor tersebut tentunya di luar dugaan banyak orang. Barcelona dengan "tiki-taka" dan Real Madrid dengan "Galacticos" tidak mampu menahan gempuran tim-tim Panser Jerman. 
Barcelona, setelah diasuh oleh Pep Guardiola menjadi tim yang ditakuti. Ball Possession yang menjadi gaya permainannya membuat tim lawan susah untuk mengembangkan permainan karena sangat jarang mendapatkan bola. Passing yang akurat dan kontrol bola yang baik ditambah dengan pergerakan tanpa bola para pemain Catalan membuat tim lawan kerepotan. Belum lagi adanya Leo Messi yang punya sentuhan yang luar biasa yang mampu menyulitkan para pemain belakang atau tengah lawan saat menjaganya. Hal-hal tersebut selalu sulit dipecahkan, bahkan pelatih Jose Mourinho yang terkenal mampu meramu strategi dengan baik harus membutuhkan waktu yang banyak untuk mengatasi gaya permainan tim asuhan yang saat itu dipimpin Pep. 
Tetapi kelebihan itu tidak muncul saat mereka bermain melawan Bayern Munchen. Kekalahan postur tubuh menjadi yang pertama. Body charge dan permainan bola atas lebih sering dimenangkan pemain Bayern. Ball possession memang masih dimenangkan oleh Barcelona, tetapi efektivitas passing Bayern-lah pemiliknya. Pasing yang dilakukan Xavi dkk. hanya sebatas ingin "memenangkan" ball possession pada statistik pertandingan. Dibandingkan dengan lawannya, Munchen lebih suka "jalan-jalan". Distance covered pemain Munchen jauh lebih tinggi. Mereka selalu berlari (dinamis) dengan membuat peluang untuk dipasing ketempat-tempat strategis lebih banyak, belum lagi pelari-pelari di kedua sayap sangat rajin. Berbanding terbaik dengan Barcelona. Biasanya banyak sekali cutting kedalam atau dekat kotak penalti dari masing-masing pemain sayap yang tinggal menunggu passing dari duo maut Xavi dan Iniesta, hal itu tidak terjadi, maka tidak ada peluang Barca yang muncul seperti biasanya. Belum lagi Leo Messi yang "dipaksakan" bermain setelah cedera hamstring saat melawan PSG. Mobilitas menjadi faktor kedua kekalahan tim asuhan Tito Vilanova. Walaupun terdapat dua kontroversi gol yang tercipta untuk Bayern setelah Thomas Muller offside dan illegal screening yang dilakukannya terhadap Jordi Alba, kekalahan 4-0 memang sangat menyakitkan.
Bagaimana dengan Real Madrid. Gawang el Real mampu dibobol 4 kali setidaknya karena penampilan buruk pemain bertahan Madrid, jebakan offside yang gagal, lambatnya pergerakan Pepe menutup Lewandowski setidaknya mampu dimanfaatkan Dortmund selain kembali, mobilitas pemain Dortmund yang sangat baik. Beruntung Madrid mendapatkan satu gol hiburan dari CR7 setelah kesalahan Hummels yang tidak jelas (apakah mau mengontrol bola atau back pass ke kiper).
Bagaimanapun, Jerman memang terkenal dengan orang yang sangat disiplin dan pejuang keras dalam melakukan sesuatu, hal ini juga mampu ditunjukkan didalam lapangan hijau. Leg kedua menjadi sangat dinanti, apakah all German Final terjadi di Wembley atau sebaliknya, Barcelona dan Real Madrid mampu membalikkan keadaan.

Minggu, 02 September 2012

Liverpool vs Arsenal. Lucas Podolski - First Goal

Pertandingan yang dilakaukan di Anfield berbuah kebuntuan bagi Liverpool. Kemenangan yang telah dinanti para pendukungnya tidak dapat diberikan oleh para pemain kesayangannya setelah menyerah 0-2 pada Arsenal. Skor seri di pertandingan sebelumnya melawan Manchester City dianggap wajar karena permainan Liverpool saat itu dipandang sudah cukup baik. Nuri Sahin yang diberitakan bakal bermain baik tidak mampu menunjukan kualitasnya. Terlebih dia ditarik keluar pada babak kedua. Steven Gerard pun tidak dapat berbicara banyak untuk mengomandoi timnya.
Berbanding terbalik dengan Arsenal. Permainan yang kompak dan mobilitas yang sangat tinggi menggoyahkan keseimbangan Liverpool. Secara statistik pertandingan, Liverpool secara umum selalu sedikit lebih unggul pada ball possession, tetapi semua itu tidak berarti apa-apa. Lini tengah yang digalang oleh Arteta dan Diaby mampu bekerjasama dengan luar biasa dengan melakukan kontrol bola dengan sangat baik. Chamberlain dan Cazorla juga berkali-kali melakukan move without the ball dan run yang baik. Tidak mau kalah, kedua bek sayap berulang kali maju secara aktif dan efektif membantu serangan dan dengan cepat mundur saat kehilangan bola. Bahkan bek tengan Vermaelen sempat membuat tembakan khasnya dari jarak jauh yang membahayakan gawang Raena.
Dengan permainan cantik para pemain dibelakang, dua pemain depan yang baru dibeli juga menunjukan keinginannya yang kuat untuk berkontribusi pada timnya. Lucas Podolski mencetak gol pertamanya dengan kerjasaman yang baik. Setelah menjemput bola di tengah dia segera pass ke tengah dan lari dengan cepat ke depan yang membuahkan gol perdananya. Hanya Giroud yang belum mampu menyelesaikan beberapa kali peluang yang dia dapat. 
Arsenal betul-betul bermain luar biasa terutama permainan di lini tengah. Dengan mempuanyai stok pemain yang masih banyak di bench, seharusnya dapat membuat tim asuhan Arsene Wenger ini mampu menunjukan bahwa Arsenal memang tim yang hebat di Liga Inggris walaupun ditinggal sang bomber Robin van Persie.

Manchester City vs QPR. David Silva - Left Foot Player Only

Pertandingan Manchester City melawan QPR hari ini sedang berlangsung dengan skor sementara 1-0 untuk Manchester City pada babak pertama melalui gol Yaya Toure. Samir Nasri hampir menambah gol untuk timnya. Walaupun dengan kondisi badan out of balance tetapi dia masih bisa melakukan tendangan ke gawang walaupun kurang terlalu kuat dan terarah sehingga masih dapat ditahan oleh penjaga gawang QPR, R. Green.
David Silva pun mendapatkan peluang untuk menambah jumlah gol bagi timnya pada menit ke-32 melalui serangan balik yang cepat dan pass yang akurat yang dilakukan Koralov. Umpan panjang mendatar yang baik itu seharusnya mampu menjadikan hasil lebih baik jika tendangan kaki kanan David Silva mempunyai kemampuan lebih.
David Silva terlalu sering mengandalkan kaki kirinya untuk bermain apik dan sangat jarang mengunakan kaki kanannya untuk melakukan pass, dribble, maupun shoot. Kurangnya tingkat keterlatihan pada kaki kanan Silva membuat dia menjadi pemain yang kurang seimbang. Pemain lawan dapat mengarahkan arah lari Silva saat dia bergerak dengan bola. Bola cenderung lebih sering dia giring ke arah kiri saat dia berhadapan dengan lawan, karena itulah dia dipasang Roberto Mancini cenderung bermain pada sisi kanan.
Contoh pemain seperti ini lainnya adalah Arjen Roben yang juga sering bermain di sayap kanan bagi timnya. Dengan melakukan beberapa kali run yang cepat Robben sering membawa bola kembali ke tengah. Pada akhirnya dia hanya bisa digunakan sebagai pengacau pertahanan lawan.
King Leo di Barcelona juga demikian, tetapi dia mampu melakukan kontrol bola atau melakukan sentuhan dengan baik saat bergerak dengan cepat maupun lambat, ditambah dengan permainan pendek Bacelona dan pergerakan pemainnya yang membuat pilihan untuk melakukan pass lebih banyak serta membuat pola pertahanan musuh menjadi kacau.